Aku menyukaimu sejak pertama kali melihatmu. Tapi aku tak mampu untuk ungkapkan rasaku padamu karena sahabatku juga menyukaimu. Aku pendam perasaan ini sampai kita lulus dari SMP. Sejak kelulusan itu kita tak pernah berjumpa lagi. Kamu tahu, meskipun kita tak saling jumpa tapi perasaan itu masih ada di dalam hatiku.
Sampai suatu hari tanpa sengaja kita satu angkot sewaktu pulang sekolah. Yah, sekolahmu dan sekolahku memang berdekatan tapi sayang kita tak pernah bertemu. Kamu tahu, betapa senangnya aku saat kembali bertemu padamu.
“Ikaaa…” sapamu riang di dalam angkot
“Hai Pit…” sahutku riang. Kita pun saling ngobrol dengan riangnya. Hingga saat kamu sampai tujuan, rasanya aku tak ingin berpisah denganmu.
Yah, Sipit itulah nama kesayanganku padamu. Sampai kapanpun nama itu akan selalu terukir di dalam hatiku. Sejak pertemuan itu, aku sudah tak pernah bertemu lagi denganmu. Rasa rindu di hatiku, aku pendam dalam-dalam. Aku berusaha mengalihkan pikiranku tentangmu dengan mengikuti semua ekskul di sekolahku. Ternyata aku sanggup melupakanmu.
Hingga suatu hari kita pun tanpa sengaja bertemu lagi di jalan. Entah kenapa jantungku masih berdegub cepat ketika bertemu denganmu. Kamu juga pernah berkata padaku “Kamu kelihatan lebih feminim sekarang”. Yah, kamu memuji imageku yang sekarang. Karena dulu sewaktu SMP, aku merupakan cewek yang tomboy. “Gimana gak, feminim coba kalau akunya sekolah di SMK Jurusan Pariwisata lagi hehehehehe” candaku saat itu. “Aku suka melihatmu berubah” kata terakhirmu untukku sebelum kita berpisah. Kamu tahu, aku bahagia sekali mendengar pujianmu itu. Tapi sayang setelah kita sama sama lulus dari SMK, aku tak pernah lagi bertemu bahkan mendengar kabarmu.
Tiga bulan kemudian baru aku ketahui ternyata, kamu sudah pergi jauh ke kalimantan untuk bekerja disana. Betapa sedih hatiku saat itu. Aku patah hati sebelum aku ungkapkan semua perasaanku padamu.
Hingga tiga tahun lamanya aku menutup diriku untuk orang lain. Hingga pada suatu saat aku diperkenalkan seorang cowok yang baik oleh saudara sepupuku. Enam bulan lamanya kita menjalani masa PDKT. Dan pada bulan Januari 2008 tepatnya jam 12 malam, cowok itu mengungkapkan perasaan sukanya padaku. Kamu tahu, aku pun diambang dilema saat itu. Tapi aku berusaha untuk mencoba membuka hatiku untuknya. Ternyata dialah jodohku yang diciptakan ALLAH SWT untuk mengobati patah hatiku karena kepergianmu.
Dua tahun kemudian dia pun meminangku dan sejak itu aku sama sekali berusaha untuk melupakanmu untuk selama-lamanya. Alhamdulilah sekarang aku telah bahagia dengan keluarga kecilku. Tapi aku masih selalu berharap dan berdoa semoga kamu dapatkan jodoh yang lebih baik dari aku. Dan hidupmu bahagia sama seperti hidupku saat ini.
Sampai suatu hari tanpa sengaja kita satu angkot sewaktu pulang sekolah. Yah, sekolahmu dan sekolahku memang berdekatan tapi sayang kita tak pernah bertemu. Kamu tahu, betapa senangnya aku saat kembali bertemu padamu.
“Ikaaa…” sapamu riang di dalam angkot
“Hai Pit…” sahutku riang. Kita pun saling ngobrol dengan riangnya. Hingga saat kamu sampai tujuan, rasanya aku tak ingin berpisah denganmu.
Yah, Sipit itulah nama kesayanganku padamu. Sampai kapanpun nama itu akan selalu terukir di dalam hatiku. Sejak pertemuan itu, aku sudah tak pernah bertemu lagi denganmu. Rasa rindu di hatiku, aku pendam dalam-dalam. Aku berusaha mengalihkan pikiranku tentangmu dengan mengikuti semua ekskul di sekolahku. Ternyata aku sanggup melupakanmu.
Hingga suatu hari kita pun tanpa sengaja bertemu lagi di jalan. Entah kenapa jantungku masih berdegub cepat ketika bertemu denganmu. Kamu juga pernah berkata padaku “Kamu kelihatan lebih feminim sekarang”. Yah, kamu memuji imageku yang sekarang. Karena dulu sewaktu SMP, aku merupakan cewek yang tomboy. “Gimana gak, feminim coba kalau akunya sekolah di SMK Jurusan Pariwisata lagi hehehehehe” candaku saat itu. “Aku suka melihatmu berubah” kata terakhirmu untukku sebelum kita berpisah. Kamu tahu, aku bahagia sekali mendengar pujianmu itu. Tapi sayang setelah kita sama sama lulus dari SMK, aku tak pernah lagi bertemu bahkan mendengar kabarmu.
Tiga bulan kemudian baru aku ketahui ternyata, kamu sudah pergi jauh ke kalimantan untuk bekerja disana. Betapa sedih hatiku saat itu. Aku patah hati sebelum aku ungkapkan semua perasaanku padamu.
Hingga tiga tahun lamanya aku menutup diriku untuk orang lain. Hingga pada suatu saat aku diperkenalkan seorang cowok yang baik oleh saudara sepupuku. Enam bulan lamanya kita menjalani masa PDKT. Dan pada bulan Januari 2008 tepatnya jam 12 malam, cowok itu mengungkapkan perasaan sukanya padaku. Kamu tahu, aku pun diambang dilema saat itu. Tapi aku berusaha untuk mencoba membuka hatiku untuknya. Ternyata dialah jodohku yang diciptakan ALLAH SWT untuk mengobati patah hatiku karena kepergianmu.
Dua tahun kemudian dia pun meminangku dan sejak itu aku sama sekali berusaha untuk melupakanmu untuk selama-lamanya. Alhamdulilah sekarang aku telah bahagia dengan keluarga kecilku. Tapi aku masih selalu berharap dan berdoa semoga kamu dapatkan jodoh yang lebih baik dari aku. Dan hidupmu bahagia sama seperti hidupku saat ini.
ConversionConversion EmoticonEmoticon